Program Studi Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga adakan Konferensi The 1st CIEHIS 2019

The 1st Conference on Industrial Engineering and Halal Industries (CIEHIS) 2019 dilaksanakan pada Hari Jumat 15 November 2019, bertempat di gedung Convention Hall (Gedung Prof. R.H.A. Soenarjo, S.H.) lantai 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Konferensi dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah seminar pleno dan sesi kedua merupakan paralel session. Terdapat 42 paper yang terdaftar pada konferensi ini yang terbagi dalam lima klaster. Klaster yang dibuat berdasarkan keilmuan Teknik Industri dan hal-hal yang terkait dengan industry halal. Lima klaster tersebut adalah 1) klaster Ergonomi dan Desain Produk, 2) klaster Sistem Manufaktur dan Perencanaan Pengendalian Produksi, 3) klaster Sistem Pendukung Keputusan dan Manajemen Proyek, 4) klaster Kualitas, perencanaan kualitas, dan manajemen rantai pasok, dan 5) klaster terakhir didedikasikan untuk paper tentang halal dan topik industri lain.
Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. selaku rektor UIN Sunan Kalijaga yang juga membuka konferensi The 1st CIEHIS mengharapkan konferensi ini dapat menjadi agenda tahunan Program Studi Teknik Industri dengan harapan akan menghasilkan semakin banyak cendekiawan ilmu di bidang Teknik Industri yang berbasis halal.
Konferensi The 1st CIEHIS 2019 menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Wahyudi Sutopo, ST., M.Si. selaku ketua Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia (BKSTI) dan Prof. Iwan Vanany, ST., MT., Ph.D. dari Program Studi Teknik Industri ITS. Sesi seminar pleno ini dimoderatori oleh Dosen Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Laboratorium Teknik Industri, Cahyono Sigit Pramudyo, ST., MT., D.Eng. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Wahyudi yang mengangkat mengenai Peningkatan Mutu serta Relevansi Pendidikan Tinggi Teknik Industri. Dr. Wahyudi memperkenalkan pengembangan kurikulum yang berbasis OBE (Outcome based Education) untuk meningkatkan mutu dan relevansi program studi Teknik Industri. Dalam seminarnya, Dr. Wahyudi menyampaikan bahawa dalam kurikulum berbasis OBE tujuan akhirnya adalah memiliki lulusan yang kemampuannya sesuai dengan profil lulusan yang dikehendaki program studi. Misalnya profil lulusan sebagai perancang sistem terintegrasi, untuk mencapai lulusan yang memiliki kemampuan tersebut, program studi harus mampu menerjemahkan profil lulusan ke dalam konsep dan materi ajar. Tugas mahasiswa dalam hal ini adalah memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan mata kuliah dan materi ajar yang mendukung tercapainya profil lulusan yang sesuai. Terkait dengan isu halal, Dr. Wahyudi menyampaikan bahwa isu halal dapat menjadi salah satu topik pembahasan yang menarik untuk dikaji baik dalam proses pembelajaran maupun dalam penelitian dan pengabdian masyarakat dengan sudut pandang keilmuan Teknik Industri.
Materi kedua disampaikan oleh Prof. Iwan dengan tema Halal Operations Management. Dalam materi yang disampaikan Prof. Iwan, Indonesia merupakan market terbesar yang sangat concern pada produk halal, namun Indonesia masih belum mampu masuk dalam peringkat sepuluh besar negara produsen produk halal. Terdapat tiga klaster industri halal yang menjadi fokus dalam pemasaran produk halal, yaitu Makanan Halal, Kosmetik Halal, Obat-obatan Halal, dan Keuangan Berbasis Islam atau Keuangan Syariah. Menurut Prof. Iwan, dalam masa yang akan datang, pengembangan isu halal dalam industri tidak lagi hanya pada produk dan bahan baku produk, namun lebih kepada jaminan kualitas produksi, penanganan bahan baku, sampai dengan supply chain-nya. Terkait dengan isu halal dalam keilmuan Teknik Industri, Prof. Iwan memaparkan bahwa setidaknya topik halal sangat erat kaitannya dengan tiga topik dalam Manajemen Operasi, yaitu implementasi halal pada kontrol kualitas, implementasi halal pada pengelolaan bahan baku, dan implementasi halal pada perencanaan dan pengendalian produksi. Prof. Iwan memberikan beberapa contoh penelitian yang ia lakukan dengan fokus pada topik halal, seperti penggunaan tools Quality Function Deployment (QFD) pada proses peningkatan produksi yang halal, tools Six Sigma untuk menjamin kualitas produk agar terhindar dari faktor yang tidak halal dan lain sebagainya. Menurut Prof. Iwan, penelitian menganai isu halal di masa yang akan datang masih sangat besar peluangnya untuk dilakukan, terutama pada tiga klaster utama industri halal yaitu, makanan halal, obat-obatan halal, dan kosmetik halal.
Akhir rangkaian acara the 1st CIEHIS ditutup oleh Ketua Panitia, Dwi Agustina Kurniawati, S.T., M.Eng., Ph.D. yang juga menjadi Ketua Program Studi Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga dengan harapan CIEHIS ini akan terus berlanjut dan dapat menjadi sarana dan ajang ilmiah bagi transfer of knowledge bidang Teknik Industri dan topik halal yang berkaitan dengan Teknik Industri, serta dapat membangun jejaring diantara sesama akademisi, praktisi maupun mahasiswa Teknik Industri. Selanjutnya, Khusna Dwijayanti, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Editor prosiding 1st CIEHIS juga turut mengumumkan the best five papers dalam 1st CIEHIS ini. (Herninanjati).